"Unless you change how you are, you will always have what you've got."

Rabu, 02 November 2011

TA, sebegitu beratkah ?


Kembali menulis, kali ini bukan tentang kegalauan, kekonyolan ataupun lelucon :D Kali ini saya persembahkan postingan ini untuk teman-teman saya para Pejuang TA yang berjuang untuk mengakhiri masa perkuliahan yang manis :P

TA.. TA.. TA.. dan TA..

Kata yang selalu terdengar di telinga kurang lebih di 3 bulan terakhir ini ya? :) Sayangnya bukan “Semangat TA” yang terdengar, tapi kalimat “Galau TA” lebih mendominasi, mulai dari di kampus, forum students, twitter, FB, Tumblr dan media penggalauan lainnya.

Awalnya, saya memang termasuk mahasiswa yang tergalaukan oleh makhluk yang namanya TA. Tapi, bukan maksud sombong, kini bagi saya ,TA adalah sesuatu yang cukup menyenangkan. Kenapa ? Ok, akan saya jelaskan di postingan ini :)

Mindset Awal..

Mungkin apa yang teman” pikirkan sekarang sama persis dengan apa yang ada di pikiran saya. Tugas Akhir itu ribet banget, materinya ribet, kata-kata yang digunakan juga ribet, semua harus berdasarkan “pustaka” dan ga bisa dikira-kira, semua harus berdasarkan hitungan yang sangat teruji kebenarannya. Belum lagi masalah pembimbing, dapet ga ya pembimbing yang saya impikan ? Gimana kalo dapetnya pembimbing yang “killer” ? Judul yang saya pilih sekarang bener ga ya ? Susah ga ya ? Gimana kalo ditengah-tengah tiba-tiba saya mentok ? Datanya susah didapet ga ya ? Kalo tiba-tiba perusahaan ga ngasih datanya gimana ? Saya harus cari landasan teori dari mana ya ? Buku mana aja yang harus saya baca ? Buku nya bahasa Inggris kan ya ? Bukunya Tebel banget kan ya ? FFUFUFUFFUFUFFFUUU…

Dan yang paling parah adalah TA ini adalah penentu kelulusan saya di Kampus Biru ini, kalo saya ada masalah dengan TA ini bisa-bisa kelulusan saya mundur :( Bisa ga ya saya seminar tepat waktu ? Bisa ga ya saya sidang tepat waktu ? Gimana ya saya nanti pas seminar dan sidang ?

Ya, pertanyaan-pertanyaan diatas lah yang saya atau mungkin teman-teman juga selau pertanyakan. Saking seringnya mempertanyakan pertanyaan diatas sampe itu Tugas Akhir ga dikerjain, waktu abis dipake ngelamun masalah “what if” ini itu dan sebagainya.

Mindset saat ini.

Suatu malam saya merenung, dan saya sadar kalo saya ga seharusnya seperti ini. Saat itu juga saya merubah mindset saya tentang si makhluk TA dan saat itu pula saya mengakhiri masa penggalauan saya. Apa mindset saya sekarang ?

1. Tugas Akhir = Tugas Besar/Tubes.

Saya yakin temen-temen udah ga aneh sama yang namanya tugas besar(tubes), yang biasanya menjadi prasyarat kita untuk mengakhiri mata kuliah tertentu. Ngerjain tubes ? Santai banget, banyak memang, tapi setau saya, ga pernah ada mahasiswa yang ga lulus matkul tertentu karena ga selesai ngerjain tubes. Sesusah-susahnya tubes, pasti bisa dikerjakan juga ya :), yang tadinya ga bisa, tanya sana-sini jadi bisa. Yang tadinya ga kebayang data yang dibutuhkan, tanya sana-sini, kumpulin data, jadi ngerti data yang dibutuhkan.

Nah, menurut saya, TA ini sama aja kaya tubes. Bedanya, TA ini adalah tubes yang dikerjakan secara personal, bukan perkelompok. Isinya juga mirip ko, mulai dari pendahuluan, rumusan masalah dll, pengumpulan dan pengolahan data, analisis kesimpulan, dan selesai. Malah dalam TA kita ada pembimbing yang bisa kita tanya kapanpun kita butuhkan. Masalah pembimbing killer ? Simak point berikutnya.

Coba kita renungkan, kalo kita udah berkali-kali bisa nyelesein yang namanya tubes, kenapa kita ga bisa nyelesein TA ? Kalo kita bisa nyelesein tubes tanpa kegalauan, kenapa harus galau kerjain TA ? Deadline ? tugas besar juga ada deadline. Syarat kelulusan ? kalo ga beres tugas besar juga kita gabisa lulus matkul itu. Overall sama kok. Dan yang paling penting, waktu kita ngerjain TA ini jauh lebih lama daripada waktu kerjain tubes Betul ?? :p

2. Kita = karyawan. Pembimbing = atasan.

Mungkin kita ga sadar, tapi Tugas Akhir ini sebenernya bisa kita manfaatin untuk melatih mental kerja kita. Kenapa ? Ya, sama aja kita adalah seorang karyawan yang diberi tugas oleh atasan kita, siapa atasannya ? Ya pembimbing kita.

yang namanya kerja, kita gabisa pilih atasan. Kalo dapet yang baik ya syukur, kalo ga ya disitulah tantangan kita. Yang pasti, atasan baik dan ga baik itu sama-sama punya dampak positif dan negatidf bagi kita, tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Gimana sih kalo atasan ngasih tugas ke karyawannya ? Ada deadline, dan ga selamanya yang kata kita bener juga bener menurut atasan kita. Kita boleh protes, tapi ga asal protes, dan ada kalanya kita harus “mengalah” untuk ikutin apa yang atasan kita mau.

TA juga sama, deadline nya ya waktu pendaftaran seminar atau sidang. Kalau kita udah kerjain dan kata pembimbing salah ? Ya kita boleh protes, tapi kalau ga diterima ya disitu kita ngelatih mental kita untuk bisa menjadi karyawan yang baik. Karyawan yang baik adalah karyawan yang selalu memberikan yang terbaik untuk perusahaannya. Jadi kalau kerjaan kita ditolak ? Jangan patah semangat, tetap kasih yang maksimal dengan sisa waktu yang kita punya.

3. Seminar / Sidang = pitching proyek.

Seminar dan sidang, dua presentasi yang menjadi momok paling mengerikan bagi mahasiswa tingkat akhir. Tanpa kita sadari, apapun namanya ya itu tetep aja presentasi, pemaparan materi, tanya jawab, dan selesai. Ga lebih ! :D

Bedanya, kalo biasanya kita presentasi dengan persiapan yang biasa aja, kalo yang ini kita harus prepare dengan sangat matang. Kalo biasanya gabisa jawab kita tinggal bilang gabisa, kalo yang ini kita harus bisa jawab semua pertanyaan. Padahal, harusnya kita persiapkan dengan matang setiap presentasi kita, harusnya kita bisa jawab semua pertanyaan yang muncul di presentasi kita. Setuju ?

Yaaa anggaplah seminar atau sidang ini adalah presentasi kita untuk mendapatkan sebuah proyek. Ga cuma menyampaikan apa yang kita kerjakan, tapi kita juga harus bisa meyakinkan client kita kalau apa yang kita kerjakan adalah yang terbaik. Siapa client nya ? ya para penguji. Gimana caranya ? Cara penyampaian, kata-kata yang digunakan, penguasaan materi juga harus diperhatikan.
Penguasaan materi ? Jangan dulu mengerutkan dahi, apa yang ditanyakan ga akan keluar dari apa yang ada di Tugas Akhir kita, kalau kita kerjain sendiri ya kita pasti bisa jawab pertanyaannya. Ga mungkin kan kita nulis sesuatu tanpa alasan yang jelas ?
Mindset itulah yang membuat saya sangat enjoy dalam mengerjakan Tugas Akhir saya, Tugas Akhir bukan lagi sebuah beban, tapi ajang pelatihan diri saya untuk bisa menjadi karyawan yang baik di kesempatan pertama saya nanti ketika bekerja sebagai seorang karyawan yang sesungguhnya. Bagaimana dengan teman-teman ?
Sebagai penutup postingan saya kali ini, saya akan sedikit berbagi tips-tips pengerjaan TA yang sangat berperan dalam kelancaran pengerjaan TA saya. Tertarik ? Silahkan dibaca tips-tips berikut ini :

1. Pilih tema favorit.

Tema favorit ? apa maksudnya ? Pilih tema yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang kita impi-impikan. Kenapa ? Ya kalo udah sesuai, Tugas Akhir ini bukan hanya ajang pelatihan mental kerja, tapi juga pelatihan pengetahuan kita untuk berkecimpung di bidang kerja yang diimpikan. Dan fakta yang paling menarik adalah, judul Tugas Akhir yang tercantum di CV kita turut menjadi pertimbangan dalam proses rekruitasi perusahaan. Akan menjadi point plus bagi kita jika kita melamar ke perusahaan bidang A dan kita sudah pernah membuat sebuah karya tulis di bidang tersebut :)

2. Cari perusahaan dengan koneksi terbaik.

Koneksi terbaik bukan koneksi internet tercepat, tapi yang akan memudahkan kita dalam proses pengumpulan data. Akan lebih baik jika kita kenal dengan orang yang memegang data yang kita butuhkan, kenapa ? Proses pengumpulan data akan lebih mudah, bahkan mungkin data rahasia pun akan kita dapatkan dengan mudah.

3. Pembimbing adalah partner.

Cari pembimbing yang bisa menjadi partner bagi kita. Asik kan kalo atasan kita lebih seperti partner kerja ? Kalau ternyata yang kita dapet ga kaya partner ? Buatlah jadi seperti partner, sentuh hatinya, buat pengerjaan TA kita lebih nyaman..

4. JANGAN BUKA LAPTOP !

Maaf agak berlebihan di point ini :P, tapi memang menurut saya ini yang terpenting, sangat menjauhkan saya dari kegalauan TA.
Jangan buka laptop sebelum kita tau apa yang akan kita kerjakan, apa yang akan kita tulis. Percayalah, ketika kita membuka laptop dan kita bingung harus nulis apa, disitulah awal kegalauan kita, dan ketika sudah galau, otak kita ga akan bisa bekerja dengan maksimal. So, pastikan ketika kita nyalain laptop, kita udah gausah mikir, tinggal nulis atau kerjain apa yang sudah kita rencanakan.

semoga tulisan ini bisa menjadi obat penawar kegalauan teman-teman semua ya :D

Buang semua kegalauan yang ada dan percayalah, hasil maksimal ada bersama kalian.

Jumat, 05 Agustus 2011

Kerja Praktik di PT XL Axiata Tbk. (Xlalu Untukmu) -_-


Halo kawan-kawan semua.. Apa kabar kalian?  Masih semangat?? *ini kenapa kayak presenter acara musik labil*  hahaha.. XD 
Gw mau cerita pengalaman KP gw (hafiz), dimas, edwin, ica, ihsan dan devi. Sekarang akan gw ceritakan pengalaman kami di PT XL Axiata Tbk. yg berlokasi di Kuningan. Alias XL perusahaan telekomunikasi yang suka ngasih tarif SMS murah dan telpon sepuasnya.. yang bintang iklannya Asmirandah itu… 
Oh iya, kami bekerja di divisi Facility construction (PE) yang workloadnya terkenal banyak banget. Makanya nerima anak KP lumayan byk. Ada dari IT Telkom (Kampus gw), Binus, ITB dan UI. Jobdesk kami yang sama hanya untuk gw, ihsan ,dimas dan ica. sedangkan untuk devi dan edwin beda sendiri. seperti ini pembagiannya :
Devi dan edwin : ngoding gitu dia bikin sistem untuk IDM dan Human Resource buat mengelola outsource employee. (kurang tau detilnya, mari kita menunggu yang bersangkutan posting di sini )
gw,ihsan ,dimas dan ica : Kami mengerjakan circuit management. Apa itu? Kami berhubungan dengan cukup banyak divisi. IT Infra, IT Design, IT Network Building, dan lain-lain. Kami sebetulnya mengerjakan proyek yang sejak 3 tahun tertunda karena banyaknya deadlock problem (gaya bahasanya ikutin bahasa manager) hahaha… Oleh karena itu kami memiliki tugas utama sebagai berikut :
 Membuat standar input dan manual dari circuit management system, membuat SOP dan business process untuk Add, move, dan dismantle IT Equipment , mengcrosscheck asset dari IT Equipment di spreadsheet dengan yang ada di CM System (masuk-masuk ke datacenter, jadi kalo ada pengguna XL yang gak bisa SMS atau telpon mungkin karena kabel LANnya atau kabel optiknya kesenggol kita :p )),mengunjungi datacenter untuk verify server, router, switch terus check hostname sama Ipny, dan bikin template buat server, router dan switch ukuran, design, bentuk, card, port, dan slotnya (padahal kita buta bgt ginian -__-)
 Kami juga sering meeting dan tiap meeting dapet tugas baruuu melulu. *geleng geleng*
 Intinya pekerjaan kami tidak mengoding dan berurusan dengan manusia, software baru untuk ditesting, alat2 jaringan IT kayak server, storage, dan juga dengan dokumen untuk business analyst dan process. Sampe si dimas dan ihsan sering kangen ngoding. Kalau gue sih normal, gak kangen2 amat sama ngoding tapi emang kehilangan sih. Pengen nulis system.out.println bawaannya, atau pgn bikin dokumen.php walaupn kosong isinya. hahaha… XD
  Suasana kerja disini menyenangkan. Mas2 dan mbak2nya sering becanda dan bikin seru suasana. Bos2nya jg merakyat banget!! Hahaa… Tempatnya nyaman, bangkunya pake bangku yg kayak di Lab. sispromasi sekarang. Minum tinggal ambil (bisa bikin teh atau kopi sendiri). Dan yang paling mantap:Makan siang prasmanan! :D
 Oh iya kami juga mulai sering bercengkarama dan bersenda gurau dengan anak ITB. Bermain dan bersenang-senang bersama. Menceritakan kuliah msg2. Juga kadang-kadang berbagi downloadan serial. Belum sempet foto-foto karena semingguan terakhir kami melanglang buana ke datacenter Bintaro.
Bahkan waktu laptop gw lagi kumat, dan suaranya kayak alarm kedengeran ke mana-mana. Mereka membantu untuk menertawakan. Baik sekali ya mereka.  Sampai-sampai seisi kantor sok sok panik teriak-teriak kebakaran. tapi intinya mereka baik karena sering ngmgn kodingan. Memang sangat geek anak IT itu
Kami juga mempunyai ibu wakil supervisor kami yang sedang hamil dan baiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik banget sudah kami anggap seperti ibu kami sendiri. Sayangnya dia harus meng-handover kerjaan kami ke mba2 cantik (karena mau cuti hamil) yang sama suka gebleknya dengan kami dan sangat ngefans dengan kebodohan dimas bodut. Oh iya dan pacar mba2 itu pilot! Hebat sekali bukan!
Oke soal kebodohan Dimas, jadi dimas bermaksud untuk memamerkan kodingan flash tentang project BTP. Kami pun penasaran sehingga kami, anak UI, ITB dan mba Ninta (karyawan XL pengganti wakil supervisor yang hamil), konsentrasi memerhatikan dimas yang membuka filenya. Saat dibuka JENG JENG!!!
Apa isi flash itu ?(ini sih oke karena bisa interaktif gitu) tapi terdapat foto ganteng dan bulat dimas di pojok kiri atas sebagai author. Kami pun tertawa terbahak-bahak sampai menangis, sedang dimas masih terus mendemokan apa saja yang bisa dilakukan programnya. Kami pun akhirnya kembali memerhatikan dan pada saat dimas mengklik tombol PENJELASAN, suara dimas terdengar sangat bijak di ruangan itu! Jadi, Dimas merekam suaranya sendiri untuk menjelaskan.
Untuk yang penasaran disarankan meminta program tersebut pada dimas, karena dia gamau ngasih ke gue, Alasannya mau dijual. Oh iya bahkan dia menawarkan ica, mba Ninta, dan triana (anak ITB) untuk menjadi pengisi suara krn suara Dimas terlalu ngebas. -_-
Setelah kejadian itu anak ITB dan mba Ninta jadi ngefans berat sama Dimas. Haha. Oke balik ke kondisi kerja.
Oh iya bapak manager sekaligus supervisor utama kami yang pintar itu juga sekarang kabur cuti ke Singapura tanpa bilang-bilang walaupun beliau menjanjikan membawa oleh2 coklat. (tapi kami bukan anak kecil, kami tidak tergoda dengan itu semua) kami tetap sedih harus kehilangan dia seminggu, karena Cuma beliau yang bisa meng-asses business process dan SOP kami.. sungguh sayang sekali.. T^T
Kami juga mendapatkan pengalaman memakan coklat oleh-oleh (kalau tidak salah dari bapak manager juga) bernama … JENG JENG…
CHOKODOT = Coklat Isi Dodol Garut
Sungguh coklat yang aneh karena coklat putih itu berisi dodol garut (literally)
Kami pun jalan-jalan ke XL Bintaro dan membayar taksi menggunakan voucher taksi dari XL. Hebat sekali bisa bayar taksi pake voucher. Kami memang anak KP yang sangat norak. Saat di Bintaro pun isinya server semua dan cubicle-nya sangat sepi. Kami pun bisa bebas foto-foto. Hehehe… xD *foto nya di posting menyusul ya  sofcopy di pegang dimas* :D
kami harus dateng pagi ke grahaXL karena harus naik travel jam 7 pagi dari sana.  oh iya gw selama KP ngekos di tulodong lho.. pdhl cibubur-kuningan dekat.. tapi tau sendiri jakarta selatan kaya apa #macet -_-  Gue dan Dimas sih udah siap dari jam stgh 7, sedang Ihsan sakit keleyengan kebanyakan kena AC datacenter (emang kadang suka kampungan dia.. -_-). Kami terus menunggu dan menunggu hingga bosan dan akhirnya makan roti isi baso goreng, namun Ica tak kunjung datang. Kami panik dan kawatir, tapi karena kami berjiwa makan teman, kami tinggal saja dia naik travel kloter pertama, dengan asumsi dia akan naik travel kloter terakhir (kloter kedua). Ternyata.. Ica dateng pas banget travel terakhir jalan. HA! Dia ketinggalan travel. Kasian.. Akhirnya dia naik taksi. Mba Ninta (pengganti bu Lina yang sedang hamil) menelpon kami kawatir. Lalu gw cerita kalo ica ketinggalan travel hahahaha… Dan mba Ninta teriak sehingga kedengeran orang seruangan. Akhirnya ica jadi artis baru nanti di sana. Terkenal karena ketinggalan travel.
Inilah pengalaman kami saat KP di GrahaXL dan XL Bintaro PT XL Axiata. Maaf kalo panjang dan gak gitu penting.

Jumat, 20 Mei 2011

Maybe


Mungkin
kita semua diciptakan dengan 1 mulut dan 2 telinga

tapi
Mungkin kita sudah terlampau pandai untuk berbicara sehingga lupa cara untuk mendengarkan

Mungkin
Kita semua sudah lebih tua dari para anak anak
tapi
Mungkin kita sudah terlampau merasa dewasa sehingga mengataan orang lain childish

Mungkin
Kita diciptakan sempurna
tapi
bukan berarti kita tak punya cacat kan??

Mungkin
Kita sudah membuat beribu kebaikan
tapi
apakah kita telah lupa cara untuk berterima kasih ???



Saat kita sibuk memikirkan tentang diri kita sendiri
saat itulah kita akan merasa sendiri
Saat kita sibuk membicarakan kejelekan orang lain
saat itulah kita membiarkan tinggi hati berdiam diri
Saat kita sibuk men judge orang lain
saat itulah kita akan kehilangan diri sendiri



Kita ini adalah mahluk cerdas
tapi bukan berarti kita mengetahui segalanya

Kita tidak selamanya selalu berhasil
tapi tidak ada jaminan bahwa kita akan gagal

Kita diliputi ketidak pastian
tapi bukan alasan untuk berdiam diri

Kita punya kelemahan
tapi bukan berarti kita tidak punya kelebihan


Jika kita berbicara dari hati
mungkin
kita akan menyentuh hati :)


teruntuk para sahabat yang masih senang membicarakan keburukan dibanding kebaikan
dan para sahabat saya yang sangat pandai berbicara sampai lupa mendengarkan
dan para sahabat saya yang merasa sangat dewasa sehingga lupa unutk mendewasakan dirinya :)

terima kasih telah memberitahu saya dengan lembut :)


Rabu, 13 April 2011

Curhat : Warna dan Cerita


3 kali menghadiri Syukuran Wisuda
3 kali terpana

Setiap orang punya warna, setiap orang punya pesona
“Banyak yang bilang, panjang rambutnya berbanding lurus dengan kemampuannya bermain bola

Setiap gw menyaksikan acara ini, gw selalu merasa kagum dan penuh harap
Kagum. Kenapa? Karena angkatan 2006 dan 2007 mampu menonjolkan warna masing-masing individunya. Setiap orang, punya warna. Setiap orang, punya pesona. Setiap orang, bersinar terang
Penuh harap. Kenapa? Karena aku punya harapan, bahwa suatu hari angkatan kesayanganku, dapat menonjolkan sinar-sinar setiap individunya
Ini berkaitan dengan cerita

Aku bertanya-tanya
Mungkinkah nanti, saat kami diwisuda,
Kami akan merasakan kekeluargaan dan keindahan seperti mereka?
Mungkinkah nanti, saat kami diwisuda,
Setiap dari kami mampu melihat sinar sahabat lainnya?

Akankah kita punya cerita?

Kembali aku ingatkan sobat!
Bangunlah! Jagalah kekeluargaan!
Bukan! Ini berbeda dengan soft skill atau apa pun itu
Ini berkaitan dengan cerita

Apa yang akan kalian ingat 20 tahun lagi?
Tugas Besar?  TP? Tugas Jurnal? Praktikum? Kesibukan siang malam?
Ujian? IP yang tidak sesuai harapan?


Apa yang akan kalian simpan di hati 20 tahun lagi?
Nilai-nilai bagus selama kuliah? Kesibukan sebagai Asisten?
Kesibukan berorganisasi? Jabatan penting di Kemahasiswaan?
Ini berkaitan dengan cerita

Aku lebih memilih menyimpan kenangan,
berupa masa manis penuh kekeluargaan
Malam didendangkannya ‘Melodi Rekayasa Industri’ secara bersama-sama
Malam dimana kita menerjemahkan 5 buku tebal dalam semalam
Atau siang, saat kita tertawa di Gedung C lantai 3,
saat kita tertawa di Keluarga Besar Lab. Sispromasi
Ini berkaitan dengan cerita

Tapi itu semua tidak akan tercapai
Kalau kita tidak bersatu kembali

Ayo berbaur, ayo kembali
Ayo bernyanyi bersama kembali
Tunjukkan warna, kibarkan pesona
Kita buat cerita, sebuah kenangan bersama
Ayo  kita bersenang-senang bersama kembali
Ayo bersama berlari
Agar kita punya cerita
Agar kita punya kenangan yang bergelora

Karena kita,
Unity

Tiada Pesona Tanpa Cerita
Tiada Cerita Tanpa Keluarga

Jumat, 01 April 2011

2011 SD - 10 besar finalists - Portal Resmi Imagine Cup Indonesia

Wah, bangga banget dan sama kampusku dan mahasiswa-mahasiswa yang mewakilinya, yang bisa lolos kualifikasi Imagine Cup ini..


2011 SD - 10 besar finalists - Portal Resmi Imagine Cup Indonesia
No. Kampus Nama Team Nama Project
1 IT Telkom dreamBender ecomarket
2 IT Telkom eqlips CORONA
3 IT Telkom Garuda HOW
4 IT Telkom Garuda Rescue Team L-RESCUE
5 IT Telkom & ITB Gatotkaca Childhood
6 ITB Theta Opus
7 ITB DP ViE
8 UGM OneZero ding!
9 UGM Portal Combat Blossom
10 UGM Gadjah Mada Agrion 


Semoga bisa membawa nama IT Telkom di kancah internasional lagi dan membanggakan Indonesia. Buat kampusku sadar dung, mahasiswa kalian itu banyak yang berkualitas, so dosen, fasilitas akademik/non-akademik, pelayanan dibagusin juga untuk ke depannya.
Aku kapan ya ma bisa ikutan beginian 8 Wow Amazing!!

Minggu, 13 Maret 2011

Euforia


Apa sih yang kira-kira bakal kita rasain pas kita di wisuda?
Well, tentunya akan ada rasa bahagia, bangga, lega, bebas, dan sejenisnya. Gw yakin, setiap individu yang udah sukses melewati tahun-tahun penuh cobaan di tempat bernama universitas pasti akan merasakan euforia kebahagiaan yang sama

Namun, tunggu dulu. Bukankah ada cara untuk lebih merasa bahagia dan bangga? Apa itu?
Well, menurut gw itu adalah berbahagia bersama

Kalau gw lulus nanti, gw sih pengen gak cuma gw sendiri yang teriak-teriak bahagia
Kalau gw lulus nanti, gw sih pengen ada orang-orang yang menyambut bahagia kesuksesan gw, selain keluarga gw

Kalau gw lulus nanti, gw pengen gak cuma gw sendiri yang menikmati euforia hari ini
Gw butuh orang-orang untuk tambah meramaikan suasana


Bayangin deh, kalau lo lulus, keluar  dr GSG IT TELKOM, rame, dipenuhi wisudawan lain dan keluarga mereka
Papa : Selamat ya nak..
Mama : Saatnya kamu meraih dunia nak...
Saya : Makasih pa, ma
Papa : Yuk pergi yuk, kita makan siang. Terus ke Jakarta
Saya : Oke

-Lalu mereka meninggalkan IT TELKOM begitu saja-

 Well, oke, itu kasus agak ekstrim

Tapi sharing aja nih. Gw beberapa kali ikut acara wisudaan di IT TELKOM dari TPB. gw pernah ikut ngarak PARA WISUDAWAN di IT TELKOM. Well, gw jelas merasakan kebahagiaan dan euforia terpancar dari setiap wajah wisudawan yang gw temui. Ya, gw yakin mereka bahagia karena mereka baru saja bebas dari status mahasiswa. Tapi gw juga yakin mereka bahagia karena sambutan yang mereka terima begitu luar biasa, dan mereka merasa hari itu merekalah para raja, disambut, dipuja, dan di elu-elukan

Hari itu, mereka secara resmi dilepas dari IT TELKOM
Mereka bagai burung yang pergi meninggalkan sarang menuju kedewasaan
Mereka akan meninggalkan kampus yang telah menjadi rumah mereka selama beberapa tahun

Tempat dimana mungkin mereka baru mengenal kekeluargaan dalam angkatan
Tempat dimana mungkin mereka baru mengenal mengerjakan tugas bersama hinggal pagi menyapa
Tempat dimana mungkin mereka baru mengenal orang-orang yang mengubah hidup mereka
Tempat dimana mungkin mereka baru mengenal cinta

Dan, kawan, hari itu para burung bersayapkan kejayaan diiringi kepergiannya dengan penuh euforia kebahagiaan

Tidak kawan, mereka tidak dibiarkan pergi dengan kesedihan, atau kekosongan
Mereka siap terbang dengan kebanggaan

Dari berbagai kesempatan mengamati wisudaan, gw sering kali terlarut dalam lamunan sesaat
Gw sempat melihat Keluarga Besar dan semua Himpunan IT Telkom  ber-LO ria. Dengan semua pernak pernik kostum aneh mereka, diiringi alunan irama yang luar biasa, mereka menjadikan para orang tua dan wisudawan yang keluar lewat IT Telkom bagai raja. Mereka mengambil kendali, menghalau himpunan lain dengan euforia kegilaan mereka, dan menjadikan tempat itu milik mereka.

Aku melamun, andaikan, nanti orang tuaku atau aku disambut seperti itu, tentunya aku akan sangat bahagia dan bangga menjadi pernah bagian dari mereka

Gw pernah melihat HMTI berjalan dengan irama mengarak wisudawan mereka. Seragam. Wajah mereka dicat, derap jalan mereka bagai tentara mengambil alih jalanan. Saat itu, jalan milik mereka, kawan! Tidak ada sanggup mengesampingkan pandangan. Semua mata takjub melihat keseragaman gerakan dan kebanggaan yang mereka pamerkan. Yang paling gw favorit-in adalah tentu pada saat semua wisudawan/wati teknik industri sama2 berteriak "SALAM UNITY" 

Bayangkan bila aku di arak seperti itu! Aku akan merasa sangat luar biasa!

Gw pernah melihat HMIF mengarak wisudawannya sambil diiringi pasukan bermotor. Mungkinkah sang wisudawan yang ada di atas motor? Aku melihat mereka menyemburkan api ke sana sini sambil menggemakan nada-nada kebanggaan mereka Aku takjub melihat pertunjukan luar biasa itu. Mata-mata terpana, tiada berani mendekati api keberanian yang mereka tipukan di setiap jejak perjalanan mereka

Aku membayangkan,ikut dalam parade tersebut

Cukup. Cukup. CUKUP
Cukup, kawan. SIAPKAH KITA? Siapkah kita membangun euforia yang luar biasa untuk para sahabat kita yang akan meninggalkan kita, terbang menuju kedewasaan? Siapkah kita menunjukkan pada dunia, bahwa kita akan membuat para sahabat kita merasa bagai raja?

Kalau kita tidak siap, bagaimana mungkin kita mengharapkan hal yang sama terjadi pada kita?Kalau kita tidak siap mengiringi kepergian sahabat kita, bagaimana mungkin kita berharap bahwa kita akan diiringi?
Kalau kita tidak siap, mengapa kita begitu yakin bahwa ada yang akan peduli pada kita, padahal kita saja kurang peduli pada sahabat kita yang akan pergi duluan!

Siapkah kita diiringi? Siapkah kita merasa bagai raja?
Kalau ya, maka kita juga harus siap mengiringi



Waktunya hampir tiba
Bagi euforia kita untuk bergelora

P.S : Wisuda Maret sebentar lagi :)



Selasa, 25 Januari 2011

Thank you Edison, about the 99%


This is not a discovery, just a deep thought. I think I've just found out one of the secret in life after struggling with something. About how to achieve the dreams and making an idea happen. Thomas A. Edison clearly told us that genius is 1% inspiration and 99% perspiration. So, it's all about your action, action and action. I am a kind of person whom always think much since I was a kid, the truth is I never act too much until the last 2 years. The result is totally over my expectation, my progress...exponential. Then now I think I should care more with my action, more than my ideas. 

"Ideas are important, but It's not the ideas that change the world, It is your actions"

Senin, 03 Januari 2011

POWER of SUCCESS “Lets try POWER it”

Setiap orang mempunyai gayanya masing-masing dalam mempresentasikan suatu materi dengan tujuan orang yang memperhatikan dan mendengarkan tidak merasa bosan dan akan selalu antusias mendengarkan apa yang disampaikan oleh si pembicara. Slide presentasi hanyalah tools namun yang terpenting adalah bagaimana audiens memperhatikan dan mendengarkan si pembicara sampai akhir presentasi. Kalau slide yang menjadi fokus dalam presentasi maka kita tidak perlu pembicara cukup berikan saja slidenya begitu kasarannya. Di sisi lain kadang audiens juga membutuhkan visual presentasi yang menarik dan ini tidak hanya dari si pembicara…dari sudut pandang fisik (tampan/cantik, rapi, manis, cool, trendi, dan suara yang khas) namun visual juga berasal dari slide yang ditampilkan apakah menarik. Kalau slide presentasi hanya menampilkan teks yang begitu panjang maka kita bisa lihat bagaimana reaksi dari gerak tubuh audiens. Presentasi teks bisa saja dibuat sangat menarik namun biasanya tidak panjang melainkan hanya menampilkan gagasan atau ide yang ditulis dalam teks tersebut. berdasarkan kedua faktor tersebut yaitu pembicara dan materi maka ada dua metode yang digunakan yaitu POWER sebagai bekal pembicara untuk menyampaikan meteri dan yang kedua SUCCESS sebagai bekal untuk materi sehingga menarik untuk diperhatikan dan biasanya isinya di kritisi.
Metode POWER of SUCCESS untuk pertama kalinya di kembangkan oleh Pak Agus Nggermanto yang juga merupakan pendiri APIQ QUANTUM dan juga pengarang buku Quantum Quotient: Cara Praktis Melejitkan IQ, EQ, dan SQ yang HarmonisSEPIA: Lima Kecerdasan Utama untuk Meraih Bahagia dan Sukses, dan masih banyak lagi karya beliau namun untuk yang POWER of SUCCESS sepertinya belum diterbitkan oleh beliau :) kalau tidak salah judul buku nya nanti Presentasi Inspiratif dan Akselerasi Angger. Wah jadinya saya malah sudah membocorkan sebagian isinya buku yang akan diterbitkan nih he he he…jadi tim sukses nih. Paling tidak saya mensarikan apa yang pernah beliau ajarkan ke saya, seperti apa yang pernah di ucapkan oleh Mas Sufyan Muhammad waktu di akhir presentasi pada saat sharing pengalaman menulis beliau karena Mas Sufyan ini merupakan jurnalis ICT di Bisnis Indonesia dan juga pengrang buku Blackberry for Everyone
Verba Volant, Scripta Manent
Spoken words fly away, written words remain
Kembali ke POWER of SUCCESS, dengan tema “lets try POWER it” saya ingin mengajak untuk mengenal lebih dekat POWER sebelum SUCCESS karena inilah rohnya dari presentasi dan ini akan melekat kepada si pembicara. POWER merupakan singkatan dari
  • Punch, ini merupakan cara yang digunakan untuk pembukaan, pertengahan, maupun di akhir presentasi dengan tujuan membangkitkan semangat audiens agar terus fokus terhadap pembicara dan materi yang disampaikan.
  • Oneness, ini merupakan cara yang digunakan oleh si pembicara untuk menyampaikan keseluruhan materi yang disampaikan dengan adanya benang merah dari setiap pembicaraan yang disampaikan.
  • Window, ini merupakan cara dalam menyampaikan materi agar lebih hidup sehingga memunculkan topik bagi audiens untuk ikut dalam materi tersebut.
  • Ear, ini merupakan cara yang digunakan si pembicara untuk memahami audiens baik itu komentar yang disampaikan maupun pertanyaan yang akan dilontarkan.
  • Retention, ini merupakan cara yang digunakan pembicara untuk mengingatkan audiens dari keseluruhan materi yang sudah disampaikan dan ini biasanya bisa menjadi oleh-oleh bagi si audiens untuk bisa menyampikannya kembali kepada orang lain dengan poin-poin penting yang telah disampaikan, jadi ini bisa merupakan salah satu ukuran keberhasilan presenter dalam mensarikan seluruh presentasi yang telah disampaikan.