Apa sih yang kira-kira bakal kita rasain pas kita di wisuda?
Well, tentunya akan ada rasa bahagia, bangga, lega, bebas, dan sejenisnya. Gw yakin, setiap individu yang udah sukses melewati tahun-tahun penuh cobaan di tempat bernama universitas pasti akan merasakan euforia kebahagiaan yang sama
Namun, tunggu dulu. Bukankah ada cara untuk lebih merasa bahagia dan bangga? Apa itu?
Well, menurut gw itu adalah berbahagia bersama
Kalau gw lulus nanti, gw sih pengen gak cuma gw sendiri yang teriak-teriak bahagia
Kalau gw lulus nanti, gw sih pengen ada orang-orang yang menyambut bahagia kesuksesan gw, selain keluarga gw
Kalau gw lulus nanti, gw pengen gak cuma gw sendiri yang menikmati euforia hari ini
Gw butuh orang-orang untuk tambah meramaikan suasana
Bayangin deh, kalau lo lulus, keluar dr GSG IT TELKOM, rame, dipenuhi wisudawan lain dan keluarga mereka
Papa : Selamat ya nak..
Mama : Saatnya kamu meraih dunia nak...
Saya : Makasih pa, ma
Papa : Yuk pergi yuk, kita makan siang. Terus ke Jakarta
Saya : Oke
-Lalu mereka meninggalkan IT TELKOM begitu saja-
Well, oke, itu kasus agak ekstrim
Tapi sharing aja nih. Gw beberapa kali ikut acara wisudaan di IT TELKOM dari TPB. gw pernah ikut ngarak PARA WISUDAWAN di IT TELKOM. Well, gw jelas merasakan kebahagiaan dan euforia terpancar dari setiap wajah wisudawan yang gw temui. Ya, gw yakin mereka bahagia karena mereka baru saja bebas dari status mahasiswa. Tapi gw juga yakin mereka bahagia karena sambutan yang mereka terima begitu luar biasa, dan mereka merasa hari itu merekalah para raja, disambut, dipuja, dan di elu-elukan
Hari itu, mereka secara resmi dilepas dari IT TELKOM
Mereka bagai burung yang pergi meninggalkan sarang menuju kedewasaan
Mereka akan meninggalkan kampus yang telah menjadi rumah mereka selama beberapa tahun
Tempat dimana mungkin mereka baru mengenal kekeluargaan dalam angkatan
Tempat dimana mungkin mereka baru mengenal mengerjakan tugas bersama hinggal pagi menyapa
Tempat dimana mungkin mereka baru mengenal orang-orang yang mengubah hidup mereka
Tempat dimana mungkin mereka baru mengenal cinta
Dan, kawan, hari itu para burung bersayapkan kejayaan diiringi kepergiannya dengan penuh euforia kebahagiaan
Tidak kawan, mereka tidak dibiarkan pergi dengan kesedihan, atau kekosongan
Mereka siap terbang dengan kebanggaan
Dari berbagai kesempatan mengamati wisudaan, gw sering kali terlarut dalam lamunan sesaat
Gw sempat melihat Keluarga Besar dan semua Himpunan IT Telkom ber-LO ria. Dengan semua pernak pernik kostum aneh mereka, diiringi alunan irama yang luar biasa, mereka menjadikan para orang tua dan wisudawan yang keluar lewat IT Telkom bagai raja. Mereka mengambil kendali, menghalau himpunan lain dengan euforia kegilaan mereka, dan menjadikan tempat itu milik mereka.
Aku melamun, andaikan, nanti orang tuaku atau aku disambut seperti itu, tentunya aku akan sangat bahagia dan bangga menjadi pernah bagian dari mereka
Gw pernah melihat HMTI berjalan dengan irama mengarak wisudawan mereka. Seragam. Wajah mereka dicat, derap jalan mereka bagai tentara mengambil alih jalanan. Saat itu, jalan milik mereka, kawan! Tidak ada sanggup mengesampingkan pandangan. Semua mata takjub melihat keseragaman gerakan dan kebanggaan yang mereka pamerkan. Yang paling gw favorit-in adalah tentu pada saat semua wisudawan/wati teknik industri sama2 berteriak "SALAM UNITY"
Bayangkan bila aku di arak seperti itu! Aku akan merasa sangat luar biasa!
Gw pernah melihat HMIF mengarak wisudawannya sambil diiringi pasukan bermotor. Mungkinkah sang wisudawan yang ada di atas motor? Aku melihat mereka menyemburkan api ke sana sini sambil menggemakan nada-nada kebanggaan mereka Aku takjub melihat pertunjukan luar biasa itu. Mata-mata terpana, tiada berani mendekati api keberanian yang mereka tipukan di setiap jejak perjalanan mereka
Aku membayangkan,ikut dalam parade tersebut
Cukup. Cukup. CUKUP
Cukup, kawan. SIAPKAH KITA? Siapkah kita membangun euforia yang luar biasa untuk para sahabat kita yang akan meninggalkan kita, terbang menuju kedewasaan? Siapkah kita menunjukkan pada dunia, bahwa kita akan membuat para sahabat kita merasa bagai raja?
Kalau kita tidak siap, bagaimana mungkin kita mengharapkan hal yang sama terjadi pada kita?Kalau kita tidak siap mengiringi kepergian sahabat kita, bagaimana mungkin kita berharap bahwa kita akan diiringi?
Kalau kita tidak siap, mengapa kita begitu yakin bahwa ada yang akan peduli pada kita, padahal kita saja kurang peduli pada sahabat kita yang akan pergi duluan!
Siapkah kita diiringi? Siapkah kita merasa bagai raja?
Kalau ya, maka kita juga harus siap mengiringi
Waktunya hampir tiba
Bagi euforia kita untuk bergelora
P.S : Wisuda Maret sebentar lagi :)