"Unless you change how you are, you will always have what you've got."

Rabu, 02 November 2011

TA, sebegitu beratkah ?


Kembali menulis, kali ini bukan tentang kegalauan, kekonyolan ataupun lelucon :D Kali ini saya persembahkan postingan ini untuk teman-teman saya para Pejuang TA yang berjuang untuk mengakhiri masa perkuliahan yang manis :P

TA.. TA.. TA.. dan TA..

Kata yang selalu terdengar di telinga kurang lebih di 3 bulan terakhir ini ya? :) Sayangnya bukan “Semangat TA” yang terdengar, tapi kalimat “Galau TA” lebih mendominasi, mulai dari di kampus, forum students, twitter, FB, Tumblr dan media penggalauan lainnya.

Awalnya, saya memang termasuk mahasiswa yang tergalaukan oleh makhluk yang namanya TA. Tapi, bukan maksud sombong, kini bagi saya ,TA adalah sesuatu yang cukup menyenangkan. Kenapa ? Ok, akan saya jelaskan di postingan ini :)

Mindset Awal..

Mungkin apa yang teman” pikirkan sekarang sama persis dengan apa yang ada di pikiran saya. Tugas Akhir itu ribet banget, materinya ribet, kata-kata yang digunakan juga ribet, semua harus berdasarkan “pustaka” dan ga bisa dikira-kira, semua harus berdasarkan hitungan yang sangat teruji kebenarannya. Belum lagi masalah pembimbing, dapet ga ya pembimbing yang saya impikan ? Gimana kalo dapetnya pembimbing yang “killer” ? Judul yang saya pilih sekarang bener ga ya ? Susah ga ya ? Gimana kalo ditengah-tengah tiba-tiba saya mentok ? Datanya susah didapet ga ya ? Kalo tiba-tiba perusahaan ga ngasih datanya gimana ? Saya harus cari landasan teori dari mana ya ? Buku mana aja yang harus saya baca ? Buku nya bahasa Inggris kan ya ? Bukunya Tebel banget kan ya ? FFUFUFUFFUFUFFFUUU…

Dan yang paling parah adalah TA ini adalah penentu kelulusan saya di Kampus Biru ini, kalo saya ada masalah dengan TA ini bisa-bisa kelulusan saya mundur :( Bisa ga ya saya seminar tepat waktu ? Bisa ga ya saya sidang tepat waktu ? Gimana ya saya nanti pas seminar dan sidang ?

Ya, pertanyaan-pertanyaan diatas lah yang saya atau mungkin teman-teman juga selau pertanyakan. Saking seringnya mempertanyakan pertanyaan diatas sampe itu Tugas Akhir ga dikerjain, waktu abis dipake ngelamun masalah “what if” ini itu dan sebagainya.

Mindset saat ini.

Suatu malam saya merenung, dan saya sadar kalo saya ga seharusnya seperti ini. Saat itu juga saya merubah mindset saya tentang si makhluk TA dan saat itu pula saya mengakhiri masa penggalauan saya. Apa mindset saya sekarang ?

1. Tugas Akhir = Tugas Besar/Tubes.

Saya yakin temen-temen udah ga aneh sama yang namanya tugas besar(tubes), yang biasanya menjadi prasyarat kita untuk mengakhiri mata kuliah tertentu. Ngerjain tubes ? Santai banget, banyak memang, tapi setau saya, ga pernah ada mahasiswa yang ga lulus matkul tertentu karena ga selesai ngerjain tubes. Sesusah-susahnya tubes, pasti bisa dikerjakan juga ya :), yang tadinya ga bisa, tanya sana-sini jadi bisa. Yang tadinya ga kebayang data yang dibutuhkan, tanya sana-sini, kumpulin data, jadi ngerti data yang dibutuhkan.

Nah, menurut saya, TA ini sama aja kaya tubes. Bedanya, TA ini adalah tubes yang dikerjakan secara personal, bukan perkelompok. Isinya juga mirip ko, mulai dari pendahuluan, rumusan masalah dll, pengumpulan dan pengolahan data, analisis kesimpulan, dan selesai. Malah dalam TA kita ada pembimbing yang bisa kita tanya kapanpun kita butuhkan. Masalah pembimbing killer ? Simak point berikutnya.

Coba kita renungkan, kalo kita udah berkali-kali bisa nyelesein yang namanya tubes, kenapa kita ga bisa nyelesein TA ? Kalo kita bisa nyelesein tubes tanpa kegalauan, kenapa harus galau kerjain TA ? Deadline ? tugas besar juga ada deadline. Syarat kelulusan ? kalo ga beres tugas besar juga kita gabisa lulus matkul itu. Overall sama kok. Dan yang paling penting, waktu kita ngerjain TA ini jauh lebih lama daripada waktu kerjain tubes Betul ?? :p

2. Kita = karyawan. Pembimbing = atasan.

Mungkin kita ga sadar, tapi Tugas Akhir ini sebenernya bisa kita manfaatin untuk melatih mental kerja kita. Kenapa ? Ya, sama aja kita adalah seorang karyawan yang diberi tugas oleh atasan kita, siapa atasannya ? Ya pembimbing kita.

yang namanya kerja, kita gabisa pilih atasan. Kalo dapet yang baik ya syukur, kalo ga ya disitulah tantangan kita. Yang pasti, atasan baik dan ga baik itu sama-sama punya dampak positif dan negatidf bagi kita, tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Gimana sih kalo atasan ngasih tugas ke karyawannya ? Ada deadline, dan ga selamanya yang kata kita bener juga bener menurut atasan kita. Kita boleh protes, tapi ga asal protes, dan ada kalanya kita harus “mengalah” untuk ikutin apa yang atasan kita mau.

TA juga sama, deadline nya ya waktu pendaftaran seminar atau sidang. Kalau kita udah kerjain dan kata pembimbing salah ? Ya kita boleh protes, tapi kalau ga diterima ya disitu kita ngelatih mental kita untuk bisa menjadi karyawan yang baik. Karyawan yang baik adalah karyawan yang selalu memberikan yang terbaik untuk perusahaannya. Jadi kalau kerjaan kita ditolak ? Jangan patah semangat, tetap kasih yang maksimal dengan sisa waktu yang kita punya.

3. Seminar / Sidang = pitching proyek.

Seminar dan sidang, dua presentasi yang menjadi momok paling mengerikan bagi mahasiswa tingkat akhir. Tanpa kita sadari, apapun namanya ya itu tetep aja presentasi, pemaparan materi, tanya jawab, dan selesai. Ga lebih ! :D

Bedanya, kalo biasanya kita presentasi dengan persiapan yang biasa aja, kalo yang ini kita harus prepare dengan sangat matang. Kalo biasanya gabisa jawab kita tinggal bilang gabisa, kalo yang ini kita harus bisa jawab semua pertanyaan. Padahal, harusnya kita persiapkan dengan matang setiap presentasi kita, harusnya kita bisa jawab semua pertanyaan yang muncul di presentasi kita. Setuju ?

Yaaa anggaplah seminar atau sidang ini adalah presentasi kita untuk mendapatkan sebuah proyek. Ga cuma menyampaikan apa yang kita kerjakan, tapi kita juga harus bisa meyakinkan client kita kalau apa yang kita kerjakan adalah yang terbaik. Siapa client nya ? ya para penguji. Gimana caranya ? Cara penyampaian, kata-kata yang digunakan, penguasaan materi juga harus diperhatikan.
Penguasaan materi ? Jangan dulu mengerutkan dahi, apa yang ditanyakan ga akan keluar dari apa yang ada di Tugas Akhir kita, kalau kita kerjain sendiri ya kita pasti bisa jawab pertanyaannya. Ga mungkin kan kita nulis sesuatu tanpa alasan yang jelas ?
Mindset itulah yang membuat saya sangat enjoy dalam mengerjakan Tugas Akhir saya, Tugas Akhir bukan lagi sebuah beban, tapi ajang pelatihan diri saya untuk bisa menjadi karyawan yang baik di kesempatan pertama saya nanti ketika bekerja sebagai seorang karyawan yang sesungguhnya. Bagaimana dengan teman-teman ?
Sebagai penutup postingan saya kali ini, saya akan sedikit berbagi tips-tips pengerjaan TA yang sangat berperan dalam kelancaran pengerjaan TA saya. Tertarik ? Silahkan dibaca tips-tips berikut ini :

1. Pilih tema favorit.

Tema favorit ? apa maksudnya ? Pilih tema yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang kita impi-impikan. Kenapa ? Ya kalo udah sesuai, Tugas Akhir ini bukan hanya ajang pelatihan mental kerja, tapi juga pelatihan pengetahuan kita untuk berkecimpung di bidang kerja yang diimpikan. Dan fakta yang paling menarik adalah, judul Tugas Akhir yang tercantum di CV kita turut menjadi pertimbangan dalam proses rekruitasi perusahaan. Akan menjadi point plus bagi kita jika kita melamar ke perusahaan bidang A dan kita sudah pernah membuat sebuah karya tulis di bidang tersebut :)

2. Cari perusahaan dengan koneksi terbaik.

Koneksi terbaik bukan koneksi internet tercepat, tapi yang akan memudahkan kita dalam proses pengumpulan data. Akan lebih baik jika kita kenal dengan orang yang memegang data yang kita butuhkan, kenapa ? Proses pengumpulan data akan lebih mudah, bahkan mungkin data rahasia pun akan kita dapatkan dengan mudah.

3. Pembimbing adalah partner.

Cari pembimbing yang bisa menjadi partner bagi kita. Asik kan kalo atasan kita lebih seperti partner kerja ? Kalau ternyata yang kita dapet ga kaya partner ? Buatlah jadi seperti partner, sentuh hatinya, buat pengerjaan TA kita lebih nyaman..

4. JANGAN BUKA LAPTOP !

Maaf agak berlebihan di point ini :P, tapi memang menurut saya ini yang terpenting, sangat menjauhkan saya dari kegalauan TA.
Jangan buka laptop sebelum kita tau apa yang akan kita kerjakan, apa yang akan kita tulis. Percayalah, ketika kita membuka laptop dan kita bingung harus nulis apa, disitulah awal kegalauan kita, dan ketika sudah galau, otak kita ga akan bisa bekerja dengan maksimal. So, pastikan ketika kita nyalain laptop, kita udah gausah mikir, tinggal nulis atau kerjain apa yang sudah kita rencanakan.

semoga tulisan ini bisa menjadi obat penawar kegalauan teman-teman semua ya :D

Buang semua kegalauan yang ada dan percayalah, hasil maksimal ada bersama kalian.