Setiap orang mempunyai gayanya masing-masing dalam mempresentasikan suatu materi dengan tujuan orang yang memperhatikan dan mendengarkan tidak merasa bosan dan akan selalu antusias mendengarkan apa yang disampaikan oleh si pembicara. Slide presentasi hanyalah tools namun yang terpenting adalah bagaimana audiens memperhatikan dan mendengarkan si pembicara sampai akhir presentasi. Kalau slide yang menjadi fokus dalam presentasi maka kita tidak perlu pembicara cukup berikan saja slidenya begitu kasarannya. Di sisi lain kadang audiens juga membutuhkan visual presentasi yang menarik dan ini tidak hanya dari si pembicara…dari sudut pandang fisik (tampan/cantik, rapi, manis, cool, trendi, dan suara yang khas) namun visual juga berasal dari slide yang ditampilkan apakah menarik. Kalau slide presentasi hanya menampilkan teks yang begitu panjang maka kita bisa lihat bagaimana reaksi dari gerak tubuh audiens. Presentasi teks bisa saja dibuat sangat menarik namun biasanya tidak panjang melainkan hanya menampilkan gagasan atau ide yang ditulis dalam teks tersebut. berdasarkan kedua faktor tersebut yaitu pembicara dan materi maka ada dua metode yang digunakan yaitu POWER sebagai bekal pembicara untuk menyampaikan meteri dan yang kedua SUCCESS sebagai bekal untuk materi sehingga menarik untuk diperhatikan dan biasanya isinya di kritisi.
Verba Volant, Scripta Manent
Spoken words fly away, written words remain
Kembali ke POWER of SUCCESS, dengan tema “lets try POWER it” saya ingin mengajak untuk mengenal lebih dekat POWER sebelum SUCCESS karena inilah rohnya dari presentasi dan ini akan melekat kepada si pembicara. POWER merupakan singkatan dari
- Punch, ini merupakan cara yang digunakan untuk pembukaan, pertengahan, maupun di akhir presentasi dengan tujuan membangkitkan semangat audiens agar terus fokus terhadap pembicara dan materi yang disampaikan.
- Oneness, ini merupakan cara yang digunakan oleh si pembicara untuk menyampaikan keseluruhan materi yang disampaikan dengan adanya benang merah dari setiap pembicaraan yang disampaikan.
- Window, ini merupakan cara dalam menyampaikan materi agar lebih hidup sehingga memunculkan topik bagi audiens untuk ikut dalam materi tersebut.
- Ear, ini merupakan cara yang digunakan si pembicara untuk memahami audiens baik itu komentar yang disampaikan maupun pertanyaan yang akan dilontarkan.
- Retention, ini merupakan cara yang digunakan pembicara untuk mengingatkan audiens dari keseluruhan materi yang sudah disampaikan dan ini biasanya bisa menjadi oleh-oleh bagi si audiens untuk bisa menyampikannya kembali kepada orang lain dengan poin-poin penting yang telah disampaikan, jadi ini bisa merupakan salah satu ukuran keberhasilan presenter dalam mensarikan seluruh presentasi yang telah disampaikan.