"Unless you change how you are, you will always have what you've got."

Rabu, 13 April 2011

Curhat : Warna dan Cerita


3 kali menghadiri Syukuran Wisuda
3 kali terpana

Setiap orang punya warna, setiap orang punya pesona
“Banyak yang bilang, panjang rambutnya berbanding lurus dengan kemampuannya bermain bola

Setiap gw menyaksikan acara ini, gw selalu merasa kagum dan penuh harap
Kagum. Kenapa? Karena angkatan 2006 dan 2007 mampu menonjolkan warna masing-masing individunya. Setiap orang, punya warna. Setiap orang, punya pesona. Setiap orang, bersinar terang
Penuh harap. Kenapa? Karena aku punya harapan, bahwa suatu hari angkatan kesayanganku, dapat menonjolkan sinar-sinar setiap individunya
Ini berkaitan dengan cerita

Aku bertanya-tanya
Mungkinkah nanti, saat kami diwisuda,
Kami akan merasakan kekeluargaan dan keindahan seperti mereka?
Mungkinkah nanti, saat kami diwisuda,
Setiap dari kami mampu melihat sinar sahabat lainnya?

Akankah kita punya cerita?

Kembali aku ingatkan sobat!
Bangunlah! Jagalah kekeluargaan!
Bukan! Ini berbeda dengan soft skill atau apa pun itu
Ini berkaitan dengan cerita

Apa yang akan kalian ingat 20 tahun lagi?
Tugas Besar?  TP? Tugas Jurnal? Praktikum? Kesibukan siang malam?
Ujian? IP yang tidak sesuai harapan?


Apa yang akan kalian simpan di hati 20 tahun lagi?
Nilai-nilai bagus selama kuliah? Kesibukan sebagai Asisten?
Kesibukan berorganisasi? Jabatan penting di Kemahasiswaan?
Ini berkaitan dengan cerita

Aku lebih memilih menyimpan kenangan,
berupa masa manis penuh kekeluargaan
Malam didendangkannya ‘Melodi Rekayasa Industri’ secara bersama-sama
Malam dimana kita menerjemahkan 5 buku tebal dalam semalam
Atau siang, saat kita tertawa di Gedung C lantai 3,
saat kita tertawa di Keluarga Besar Lab. Sispromasi
Ini berkaitan dengan cerita

Tapi itu semua tidak akan tercapai
Kalau kita tidak bersatu kembali

Ayo berbaur, ayo kembali
Ayo bernyanyi bersama kembali
Tunjukkan warna, kibarkan pesona
Kita buat cerita, sebuah kenangan bersama
Ayo  kita bersenang-senang bersama kembali
Ayo bersama berlari
Agar kita punya cerita
Agar kita punya kenangan yang bergelora

Karena kita,
Unity

Tiada Pesona Tanpa Cerita
Tiada Cerita Tanpa Keluarga

Jumat, 01 April 2011

2011 SD - 10 besar finalists - Portal Resmi Imagine Cup Indonesia

Wah, bangga banget dan sama kampusku dan mahasiswa-mahasiswa yang mewakilinya, yang bisa lolos kualifikasi Imagine Cup ini..


2011 SD - 10 besar finalists - Portal Resmi Imagine Cup Indonesia
No. Kampus Nama Team Nama Project
1 IT Telkom dreamBender ecomarket
2 IT Telkom eqlips CORONA
3 IT Telkom Garuda HOW
4 IT Telkom Garuda Rescue Team L-RESCUE
5 IT Telkom & ITB Gatotkaca Childhood
6 ITB Theta Opus
7 ITB DP ViE
8 UGM OneZero ding!
9 UGM Portal Combat Blossom
10 UGM Gadjah Mada Agrion 


Semoga bisa membawa nama IT Telkom di kancah internasional lagi dan membanggakan Indonesia. Buat kampusku sadar dung, mahasiswa kalian itu banyak yang berkualitas, so dosen, fasilitas akademik/non-akademik, pelayanan dibagusin juga untuk ke depannya.
Aku kapan ya ma bisa ikutan beginian 8 Wow Amazing!!

Minggu, 13 Maret 2011

Euforia


Apa sih yang kira-kira bakal kita rasain pas kita di wisuda?
Well, tentunya akan ada rasa bahagia, bangga, lega, bebas, dan sejenisnya. Gw yakin, setiap individu yang udah sukses melewati tahun-tahun penuh cobaan di tempat bernama universitas pasti akan merasakan euforia kebahagiaan yang sama

Namun, tunggu dulu. Bukankah ada cara untuk lebih merasa bahagia dan bangga? Apa itu?
Well, menurut gw itu adalah berbahagia bersama

Kalau gw lulus nanti, gw sih pengen gak cuma gw sendiri yang teriak-teriak bahagia
Kalau gw lulus nanti, gw sih pengen ada orang-orang yang menyambut bahagia kesuksesan gw, selain keluarga gw

Kalau gw lulus nanti, gw pengen gak cuma gw sendiri yang menikmati euforia hari ini
Gw butuh orang-orang untuk tambah meramaikan suasana


Bayangin deh, kalau lo lulus, keluar  dr GSG IT TELKOM, rame, dipenuhi wisudawan lain dan keluarga mereka
Papa : Selamat ya nak..
Mama : Saatnya kamu meraih dunia nak...
Saya : Makasih pa, ma
Papa : Yuk pergi yuk, kita makan siang. Terus ke Jakarta
Saya : Oke

-Lalu mereka meninggalkan IT TELKOM begitu saja-

 Well, oke, itu kasus agak ekstrim

Tapi sharing aja nih. Gw beberapa kali ikut acara wisudaan di IT TELKOM dari TPB. gw pernah ikut ngarak PARA WISUDAWAN di IT TELKOM. Well, gw jelas merasakan kebahagiaan dan euforia terpancar dari setiap wajah wisudawan yang gw temui. Ya, gw yakin mereka bahagia karena mereka baru saja bebas dari status mahasiswa. Tapi gw juga yakin mereka bahagia karena sambutan yang mereka terima begitu luar biasa, dan mereka merasa hari itu merekalah para raja, disambut, dipuja, dan di elu-elukan

Hari itu, mereka secara resmi dilepas dari IT TELKOM
Mereka bagai burung yang pergi meninggalkan sarang menuju kedewasaan
Mereka akan meninggalkan kampus yang telah menjadi rumah mereka selama beberapa tahun

Tempat dimana mungkin mereka baru mengenal kekeluargaan dalam angkatan
Tempat dimana mungkin mereka baru mengenal mengerjakan tugas bersama hinggal pagi menyapa
Tempat dimana mungkin mereka baru mengenal orang-orang yang mengubah hidup mereka
Tempat dimana mungkin mereka baru mengenal cinta

Dan, kawan, hari itu para burung bersayapkan kejayaan diiringi kepergiannya dengan penuh euforia kebahagiaan

Tidak kawan, mereka tidak dibiarkan pergi dengan kesedihan, atau kekosongan
Mereka siap terbang dengan kebanggaan

Dari berbagai kesempatan mengamati wisudaan, gw sering kali terlarut dalam lamunan sesaat
Gw sempat melihat Keluarga Besar dan semua Himpunan IT Telkom  ber-LO ria. Dengan semua pernak pernik kostum aneh mereka, diiringi alunan irama yang luar biasa, mereka menjadikan para orang tua dan wisudawan yang keluar lewat IT Telkom bagai raja. Mereka mengambil kendali, menghalau himpunan lain dengan euforia kegilaan mereka, dan menjadikan tempat itu milik mereka.

Aku melamun, andaikan, nanti orang tuaku atau aku disambut seperti itu, tentunya aku akan sangat bahagia dan bangga menjadi pernah bagian dari mereka

Gw pernah melihat HMTI berjalan dengan irama mengarak wisudawan mereka. Seragam. Wajah mereka dicat, derap jalan mereka bagai tentara mengambil alih jalanan. Saat itu, jalan milik mereka, kawan! Tidak ada sanggup mengesampingkan pandangan. Semua mata takjub melihat keseragaman gerakan dan kebanggaan yang mereka pamerkan. Yang paling gw favorit-in adalah tentu pada saat semua wisudawan/wati teknik industri sama2 berteriak "SALAM UNITY" 

Bayangkan bila aku di arak seperti itu! Aku akan merasa sangat luar biasa!

Gw pernah melihat HMIF mengarak wisudawannya sambil diiringi pasukan bermotor. Mungkinkah sang wisudawan yang ada di atas motor? Aku melihat mereka menyemburkan api ke sana sini sambil menggemakan nada-nada kebanggaan mereka Aku takjub melihat pertunjukan luar biasa itu. Mata-mata terpana, tiada berani mendekati api keberanian yang mereka tipukan di setiap jejak perjalanan mereka

Aku membayangkan,ikut dalam parade tersebut

Cukup. Cukup. CUKUP
Cukup, kawan. SIAPKAH KITA? Siapkah kita membangun euforia yang luar biasa untuk para sahabat kita yang akan meninggalkan kita, terbang menuju kedewasaan? Siapkah kita menunjukkan pada dunia, bahwa kita akan membuat para sahabat kita merasa bagai raja?

Kalau kita tidak siap, bagaimana mungkin kita mengharapkan hal yang sama terjadi pada kita?Kalau kita tidak siap mengiringi kepergian sahabat kita, bagaimana mungkin kita berharap bahwa kita akan diiringi?
Kalau kita tidak siap, mengapa kita begitu yakin bahwa ada yang akan peduli pada kita, padahal kita saja kurang peduli pada sahabat kita yang akan pergi duluan!

Siapkah kita diiringi? Siapkah kita merasa bagai raja?
Kalau ya, maka kita juga harus siap mengiringi



Waktunya hampir tiba
Bagi euforia kita untuk bergelora

P.S : Wisuda Maret sebentar lagi :)



Selasa, 25 Januari 2011

Thank you Edison, about the 99%


This is not a discovery, just a deep thought. I think I've just found out one of the secret in life after struggling with something. About how to achieve the dreams and making an idea happen. Thomas A. Edison clearly told us that genius is 1% inspiration and 99% perspiration. So, it's all about your action, action and action. I am a kind of person whom always think much since I was a kid, the truth is I never act too much until the last 2 years. The result is totally over my expectation, my progress...exponential. Then now I think I should care more with my action, more than my ideas. 

"Ideas are important, but It's not the ideas that change the world, It is your actions"

Senin, 03 Januari 2011

POWER of SUCCESS “Lets try POWER it”

Setiap orang mempunyai gayanya masing-masing dalam mempresentasikan suatu materi dengan tujuan orang yang memperhatikan dan mendengarkan tidak merasa bosan dan akan selalu antusias mendengarkan apa yang disampaikan oleh si pembicara. Slide presentasi hanyalah tools namun yang terpenting adalah bagaimana audiens memperhatikan dan mendengarkan si pembicara sampai akhir presentasi. Kalau slide yang menjadi fokus dalam presentasi maka kita tidak perlu pembicara cukup berikan saja slidenya begitu kasarannya. Di sisi lain kadang audiens juga membutuhkan visual presentasi yang menarik dan ini tidak hanya dari si pembicara…dari sudut pandang fisik (tampan/cantik, rapi, manis, cool, trendi, dan suara yang khas) namun visual juga berasal dari slide yang ditampilkan apakah menarik. Kalau slide presentasi hanya menampilkan teks yang begitu panjang maka kita bisa lihat bagaimana reaksi dari gerak tubuh audiens. Presentasi teks bisa saja dibuat sangat menarik namun biasanya tidak panjang melainkan hanya menampilkan gagasan atau ide yang ditulis dalam teks tersebut. berdasarkan kedua faktor tersebut yaitu pembicara dan materi maka ada dua metode yang digunakan yaitu POWER sebagai bekal pembicara untuk menyampaikan meteri dan yang kedua SUCCESS sebagai bekal untuk materi sehingga menarik untuk diperhatikan dan biasanya isinya di kritisi.
Metode POWER of SUCCESS untuk pertama kalinya di kembangkan oleh Pak Agus Nggermanto yang juga merupakan pendiri APIQ QUANTUM dan juga pengarang buku Quantum Quotient: Cara Praktis Melejitkan IQ, EQ, dan SQ yang HarmonisSEPIA: Lima Kecerdasan Utama untuk Meraih Bahagia dan Sukses, dan masih banyak lagi karya beliau namun untuk yang POWER of SUCCESS sepertinya belum diterbitkan oleh beliau :) kalau tidak salah judul buku nya nanti Presentasi Inspiratif dan Akselerasi Angger. Wah jadinya saya malah sudah membocorkan sebagian isinya buku yang akan diterbitkan nih he he he…jadi tim sukses nih. Paling tidak saya mensarikan apa yang pernah beliau ajarkan ke saya, seperti apa yang pernah di ucapkan oleh Mas Sufyan Muhammad waktu di akhir presentasi pada saat sharing pengalaman menulis beliau karena Mas Sufyan ini merupakan jurnalis ICT di Bisnis Indonesia dan juga pengrang buku Blackberry for Everyone
Verba Volant, Scripta Manent
Spoken words fly away, written words remain
Kembali ke POWER of SUCCESS, dengan tema “lets try POWER it” saya ingin mengajak untuk mengenal lebih dekat POWER sebelum SUCCESS karena inilah rohnya dari presentasi dan ini akan melekat kepada si pembicara. POWER merupakan singkatan dari
  • Punch, ini merupakan cara yang digunakan untuk pembukaan, pertengahan, maupun di akhir presentasi dengan tujuan membangkitkan semangat audiens agar terus fokus terhadap pembicara dan materi yang disampaikan.
  • Oneness, ini merupakan cara yang digunakan oleh si pembicara untuk menyampaikan keseluruhan materi yang disampaikan dengan adanya benang merah dari setiap pembicaraan yang disampaikan.
  • Window, ini merupakan cara dalam menyampaikan materi agar lebih hidup sehingga memunculkan topik bagi audiens untuk ikut dalam materi tersebut.
  • Ear, ini merupakan cara yang digunakan si pembicara untuk memahami audiens baik itu komentar yang disampaikan maupun pertanyaan yang akan dilontarkan.
  • Retention, ini merupakan cara yang digunakan pembicara untuk mengingatkan audiens dari keseluruhan materi yang sudah disampaikan dan ini biasanya bisa menjadi oleh-oleh bagi si audiens untuk bisa menyampikannya kembali kepada orang lain dengan poin-poin penting yang telah disampaikan, jadi ini bisa merupakan salah satu ukuran keberhasilan presenter dalam mensarikan seluruh presentasi yang telah disampaikan.







Sabtu, 01 Januari 2011

I call paradigm



kalo bung karno pernah ngomong gini

"beri saya 10 pemuda,saya akan taklukkan dunia"

tapi kalo versi saya
"beri saya milyaran orang sahabat, maka kita bisa mengubah dunia"

sahabat

Sahabat yang sesungguhnya, selalu ada dlm suka maupun duka (kayak janji perkawinan :P), bukannya kalau teman lagi susah dihindari begitu saja. Jika hanya melihat keuntungannya dalam berteman dengan seseorang, pada akhirnya hanya akan menjadi teman, bukan sahabat. Orang yang tidak menerima kekurangan orang lain (dengan kata lain tidak bisa menerima apa adanya) bukanlah seorang sahabat. Kalau begini, agak susah mendapat sahabat :P

Jumat, 31 Desember 2010

O'Yeah !!.. Happy new year or what, whatever lah !!

2010 banyak bgt yang ingin di review  :( dr sikap, tingkah, perbuatan.
ada yang buat orang gembira dan ada juga yang buat orang kecewa :(
semua wajarlah itu namanya hidup !!!
mari memperbaiki rasa kecewa orang orang yang sudah  kita kecewakan :D
lets start the new us!


hmmm, saya punya beberapa target nih di tahun 2011 ini
hidup itu mesti punya target biar tetep semangat :D
semoga sy bisa membagi waktu buat target-target sy tersebut.

amin :)



oiya, Happy New Year 2011. May this new year bring us a new spirit to reach all your dreams, good health and a happiness forever… :D


Kamis, 30 Desember 2010

Kisi-kisi Soal UAS Perjartel !!!

Untuk lebih jelasnya silakan cek sendiri.

Fresh From the OpEn  >>>> "Download"



Silakan dipelajari, :D

Rabu, 29 Desember 2010

Terima Kasih Garuda



Perhelatan piala AFF baru saja berakhir dengan hasil Malaysia membawa trofi kejayaan se-ASEAN tersebut. Kita memang kalah kawan, tapi banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kurang lebih 4 minggu acara ini berlangsung.
1. Adanya Reformasi di Tim Garuda
Reformasi tim Garuda oleh pelatih Alfred Riedl dengan naturalisasi pemain seperti Irfan Bachdim dan Gonzales, serta pemanggilan pemain baru memberi semangat baru bagi TimNas Indonesia ini. Skuad didominasi pemain berusia 20 tahunan dan diberikan kesempatan untuk menjajal kelas internasional. Mental TimNas sudah lebih baik ketika bertanding, pola menjadi menyerang, semua bersemangat bersatu padu untuk menciptakan gol, keharmonisan satu dan lainnya, disiplin tinggi. Ya, Riedl membantu membuat Indonesia kini bermental juara. Bambang Pamungkas tidak dipasang jadi starter namun dari situlah kita dapat melihat kedewasaan seorang pemain senior yang turut serta membantu memberi semangat dan mental juang tinggi.Terima kasih Tim Garuda, kalian memberi kami semangat untuk berjuang dan mereformasi diri untuk kejayaan Indonesia.
2. Tingginya Euforia Bangsa Indonesia
Selama kejuaraan ini berlangsung, kita dapat melihat, begitu besar minat bangsa kita untuk mendukung para atlet bertanding. Tak hanya kejuaraan ini sebenarnya, Thomas&Uber Cup juga dapat menjadi saksi tingginya euforia bangsa Indonesia untuk mendukung kepak sayap Garuda untuk membawa nama harum Indonesia dan dikumandangkannya Indonesia Raya di kancah internasional. Ini dapat menjadi refleksi bagi KONI untuk semakin rajin dalam mencari dan membina atlet-atlet untuk berjuang. Ini menjadi pelajaran bahwa budget dapat lebih disalurkan untuk pembinaan di sektor olahraga untuk mengangkat nama Indonesia di mata dunia. Ini menjadi pelajaran bagi pertelevisian Indonesia untuk lebih berandil dalam menyiarkan dan menginformasikan kegiatan-kegiatan yang dapat membuat para masyarakat Indonesia berdegup jantungnya melihat jagoannya bertanding dan bergemuruh dadanya ketika mendengar Indonesia Raya dikumandangkan. Terima kasih Tim Garuda, kalian telah memberi semangat Nasionalisme kami memuncak kembali dan kebanggaan kami dapat menjadi bagian dari Bangsa Indonesia yang memiliki rasa kebersamaan yang tinggi.
3.  Kepemilikan Mental Juara
Keberhasilan TimNas melaju ke final disertai adanya euforia yang berlebihan dari para politisi. Iming-iming bonus dan sebagainya. Ya, adanya interferensi dalam dunia sepak bola membuat adanya penurunan nilai kedisiplinan yang telah dibangun susah payah. Menggenggam kemenangan mungkin mengantar kita menjadi diatas angin. Kekalahan menimbulkan kecewaan. Tapi Garuda, saya mengerti bahwa sebenarnya kalian telah memiliki mental juang dan juara yang tinggi. Optimisme kalian menunjukkan adanya semangat tinggi dalam dada diri kalian. Kekecewaan yang ada menjadi pacuan semangat bagi kalian untuk lebih baik lagi. Kedisiplinan kalian menjadi contoh pentingnya nilai tersebut dalam kehidupan bangsa Indonesia kini. Kerendahan hati kalian, menjadi petunjuk bahwa nilai tersebut harus kita miliki untuk menggapai kesuksesan. Terima kasih Garuda telah mengajarkan kami untuk memiliki mental juara seperti kalian, agar kami nantinya dapat berjalan tegak dan berkata “ Kami Indonesia. Kami Sang Juara”
Terima Kasih Garuda…..
Terima kasih Riedl untuk strategi dan arahan bermain menyerang…..
Lihatlah kawan, dari zaman penjajahan kita telah memiliki nilai juang untuk menyerang bukan?
Terima kasih Riedl telah mengingatkan kami atas nilai tersebut
Terima kasih Garuda Indonesia
Gocekan, Tendangan, Sundulan, Gol yang telah diperlihatkan
Semangatmu Firman, Bepe, Gonzales, Irfan, Bustomi, Ridwan, Nasuha, Maman, Yongki, Octo, Zulkifli, dan seluruh punggawa Garuda memberikan kebahagiaan untuk kami bangsa Indonesia tentang Nasionalisme dan memberi karya terbaik bagi Bangsa dan Negara.
Terimakasih TimNas Indonesia
Kepakkan sayap Garuda
Terimakasih untuk Kado Indah di Penghujung tahun 2010 yang membangkitkan gairah kami untuk merefleksi diri dan ikut bergabung memberi nama harum Indonesia di mata dunia,



Hari Ketiga Pekan UAS

Alhamdulillah di Hari ketiga Pekan UAS semester 5 ini berjalan dengan baik insya allah :) Memang sih saya ga tau itu jawaban saya benar atau salah, tapi saya merasa sudah mengeluarkan kemampuan terbaik saya.


Hari pertama adalah UAS PFT,  karena saya sudah mendapatkan nilai akhir A di mata kuliah ini  jadi saya tidak khawatir dengan nilai UAS PFT  :) dpt A gara" nya pas UTS + tubes kmrn yang lumayan bagus hohohoho.... :D. 


Hari Kedua yaitu MOSI, Untuk MOSI saya tertolong setelah belajar bersama dgn teman" TI-32-04 di kostan Hilda dan tutor si ka adit. Saya merasa puas atas apa yang sudah saya jawab, dan saya pun berharap semoga nilai sy ntar keluarnya juga baik…amiiiin.. :D


Dan Hari ini Jarkom yang diujikan jam 07.30, kepala pusing efek bergadang tadi malam karena malamnya saya, andaru, dimas bljr bareng >>> baca slide" & ngerjain soal jarkom thn lalu  dtemani 6 kaleng kopi =,=" pdhl saya tidak suka dengan yang namanya kopi tapi entah kenapa tadi mlm habis 4 kaleng >,<" dan Alhamdullilah ternyata apa yang dibaca saat itu keluar di materi jarkom yang diujikan. Sama persis malah, semoga ntar keluarnya juga bagus... hehehehe :D


Masih 3 UAS menunggu >>> MRP, Perjartel, dan APSI , semoga 3 UAS yg tersisa ini Lancar.. amin !!!


Dan doa saya hari ini :
“Ya Allah... semoga saya bisa belajar dengan tenang untuk 3 UAS terakhir ini, Semoga UAS saya lancar, Semoga saya bisa menyelesaikan setiap point soal. Semoga IP saya tetap cumlaude Ya Allah.. :)


But it is Life! Butuh perjuangan ! seringkali banyak hal-hal berat yang harus kita hadapi, tapi Ingat ! Hal sangat berat bukan berarti Hal tersebut Mustahil untuk dilakukan! Ayo kita bisa! Dan harus tetep semangat. :D




Senin, 27 Desember 2010

Ini bukan hanya tentang sepakbola, tapi juga tentang pribadi bangsa

Sungguh menarik menyimak perjalanan tim nasional Indonesia di piala AFF 2010 beserta segala hiruk pikuk yang ditimbulkannya belakangan ini. Timnas yang kini berada dalam asuhan Alfred Riedl terlihat seakan sedang membangkitkan kembali semangat kita untuk mendukung timnas setelah sekian lama terpuruk. Di sudut-sudut jalanan dan warung-warung dapat dengan mudah kita dapatkan sekumpulan orang yang antusias menyaksikan setiap pertandingan timnas sambil bersorak-sorai. Kemudian seakan tak mau kalah,  acara-acara nobar juga dilakukan di berbagai instansi dan tempat-tempat nongkrong kalangan elite, seperti cafĂ© dan hotel.

Bahkan keberhasilan timnas ini mampu meningkatkan daya jual masyarakat dan memutar roda perekonomian. Seorang pedagang menjelaskan, biasanya rata-rata per hari pihaknya mampu menjual kaos bola Timnas sekitar 5 - 7 kaos bola dengan omzet sekitar Rp200 ribu. Kini meningkat 15 hingga 20 kaos bola yang terjual dengan omzet Rp600 ribu. Bahkan tak jarang ada yang memesan kaos bola hingga lusinan dengan omzet diatas Rp500 ribu. Ya, mulai dari kelas pengecer hingga distributor berlomba-lomba menjual kaus timnas sepakbola Indonesia, baik asli maupun bajakan.

Euforia semacam ini muncul kali terakhir pada Piala Asia 2007. Tercatat 90.000 penonton memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno saat itu. Pemicunya, tak lain kemenangan tuan rumah Indonesia atas Bahrain 2-1 di laga pembuka. Sayangnya, Indonesia gagal melangkah ke babak 8 besar setelah dikalahkan Arab Saudi 1-2 dan Korea Selatan 0-1. Euforia pun meredup setelah itu. Apalagi ditambah semakin terpuruknya prestasi sepakbola Indonesia di pentas internasional. Terakhir, tim sepakbola Indonesia gagal total di SEA Games 2009 setelah kalah dari Laos 0-2 dan Myanmar 1-3.

Namun dalam hiruk pikuk turnamen AFF ini ada beberapa hal yang patut kita soroti, terutama terkait pribadi kita sebagai sebuah bangsa.

Pertamabangsa ini adalah bangsa yang mudah terlena. Ada sebuah lelucon yang terlontar dari seorang teman saat penulis menonton laga final AFF, “gila! Baru nonton Indonesia masuk piala AFF aja orang-orang udah pada bela-belain berhenti beraktivitas. Gimana kalo Indonesia masuk final piala dunia ya? Bisa-bisa sebulan penuh orang Indonesia ga ada yang kerja tuh!”. Hanya sekedar pengandaian memang, namun bukan berarti hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Kedua, bangsa kita memiliki kebiasaan mencari kambing hitam. Ketika timnas kalah kita menyalahkan sinar laser dari penonton Malaysia, kita menyalahkan media, kita mengumpat PSSI, pemerintah dan lain lain. Bahkan ada yang menyalahkan kostum timnas! alasannya karena kostum yang dipakai bukan kostum kandang berwarna merah, seperti yang biasa dipakai di Jakarta saat melibas tim lain pada babak kualifikasi. Luar biasa.

Fenomena lain penulis temukan sembari menonton final. Saat itu penulis menyempatkan diri untuk melihat “kicauan” orang-orang di situs Twitter, yang sebagian besar kita anggap orang-orang yang melek teknologi dan berpendidikan. Tentu kita tak perlu heran dengan kehebatan tweeps di Indonesia yang seringkali membuat berbagai hal menjadi Worldwide Trending Topic. Namun yang menarik kali ini adalah selama pertandingan final ini saja terjadi 4 kali TT dengan topik yang berbeda. #malaysiacheatlaser, #HALID, #upin, #ipin.

Apabila anda tertarik untuk menelusurinya maka anda akan mendapatkan perang kata-kata yang sungguh tidak sedap dipandang. Tentunya kata-kata disana tidak layak untuk menggambarkan kelas para tweeps, yang penulis asumsikan sebagai orang-orang beradab dan berpendidikan. Boleh dikatakan, tweeps yang mengumpat dengan kasar ini hanya akan memperlihatkan bahwa kita adalahbangsa yang tidak bisa sportif menerima kekalahan.

Ketiga, bangsa kita berpikir pendek dan mudah tersulut emosi. Tengok saja kasus kericuhan pembagian tiket di stadion GBK. Kelakuan seperti ini justru memperlihatkan bahwa kita sangat mudah terpancing emosi dan tidak berpikir panjang. Tidakkah saudara-saudara kita itu ingat bahwa kerusuhan yang disebabkan oleh seribu orang dapat membuat 80 ribu lainnya kehilangan kesempatan mendukung tim Indonesia?  



Terakhir, bangsa kita adalah bangsa yang mudah lupa. Lupa disini pun bermacam-macam, mulai dari lupa diri, lupa sejarah, lupa potensi, lupa aturan, dan lupa lupa lainnya. Bangsa ini melupakan sejarahnya sendiri ketika pernah bermain dalam kompetisi sekelas piala dunia. Bangsa ini lupa diri oleh ketampanan para pemain-pemain naturalisasi sehingga membuat kita juga lupa akan potensi bangsa kita sendiri. Bahwa diluar sana masih ada jutaan anak bangsa yang memiliki kemampuan mengolah bola dengan baik, diluar sana masih ada ribuan ilmuwan yang siap berkontribusi bagi ibu pertiwi tanpa perlu dinaturalisasi, bahwa diluar sana masih ada ratusan cabang olahraga lain yang telah memberikan prestasi terbaiknya bagi Indonesia.

Dari tulisan ini terlihat jelas bahwa dunia olahraga kita belum mampu menjadi sarana pembentuk pribadi Indonesia yang kuat dan sehat, baik secara fisik dan mental. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam rangka menjadikan olahraga kita sebagai wadah pembentuk karakter bangsa. Namun penulis pun tidak mau melakukan kesalahan yang sama, hanya sekedar mencari kambing hitam atas keadaan saat ini. Pada akhirnya, kita sebagai anak bangsa pun memiliki tanggung jawab yang sama dalam membentuk pribadi Indonesia.

Dan dalam waktu yang tersisa sebelum pertandingan final kedua di GBK (semoga), mari kita terus teriakkan dukungan terhadap tim Garuda! Mari kita buktikan bahwa kecintaan kita terhadap timnas kita tidak hanya sebatas dukungan dan pujian di saat kemenangan, tapi juga bersama-sama untuk bangkit dari keterpurukan. Mari kita buktikan bahwa nasionalisme yang terbangun dari kiprah timnas ini bukan nasionalisme semu!

"Karena terjatuh itu biasa, namun bangkit kembali dan merebut kemenangan itulah hal yang luar biasa"